​Timnas Kekurangan Striker Top, Ini Saran Legenda Sepakbola Indonesia

Timnas Indonesia akan berlaga di AFF Suzuki Cup 2016 yang berlangsung di Myanmar dan Filipina pada 19 dan 20 November. Dalam susunan pemain sementara yang dipanggil Alfred Riedl ke Timnas, pelatih Austria berusia 67 tahun itu hanya memanggil Boaz Solossa, Irfan Bachdim, Lerby Eliandry, dan Ferdinand Sinaga sebagai penyerang di lini depan.

Regenerasi tidak tampak di lini depan, karena Boaz, Bachdim, dan Ferdinand merupakan nama-nama lama yang sudah malang melintang di sepak bola nasional. Hanya Lerby yang baru terdengar saat ini karena penampilan gemilangnya bersama Pusamania Borneo FC.

Timnas Indonesia (Foto: Situs Resmi PSSI)

Tak banyaknya penyerang lokal yang menonjol terbukti jika melihat Indonesia Soccer Championship (ISC), di mana hanya ada tiga penyerang lokal yang menduduki papan atas top skor ISC. Mereka adalah Boaz (10 gol), Ferdinand (10 gol), dan penyerang naturalisasi Indonesia yang bermain di Arema Cronus, Cristian Gonzales (12 gol).

Legenda Timnas Indonesia, Kurniawa Dwi Yulianto pun ikut angkat bicara mengenai minimnya stok penyerang hebat di lini depan Indonesia.

“Saya jujur saja melihat persaingan striker lokal di Indonesia sangat minim. Kesempatan pemain muda untuk memperlihatkan diri sangat minim sehingga jarang terlihat, padahal mereka butuh jam terbang,” ucap Kurniawan kepada ​Bola, Kamis (10/11).


Pria yang kerap disapa Si Kurus itu pun coba memberikan saran agar regenerasi pemain berjalan baik, dan bisa menjadi agenda yang harus dibenahi Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 terpilih saat ini, Edy Rahmayadi.

“Saya berharap adanya kompetisi yang berjenjang. Harus ada liga untuk usia muda, mulai dari usia 14 tahun, 15 tahun, 16 tahun, dan seterusnya. Begitu masuk ke level senior, saya berharap manajemen klub berkenan memikirkan mereka untuk mendapatkan jam terbang. Saya berharap ada pembatasan pemain asing yang lebih ketat supaya pemain muda lebih terasah dan mendapatkan jam terbang,” papar Kurniawan.